Kalbarpost.co.id.- Kapuas Hulu – Kondisi jembatan kayu di ruas jalan Nanga Sangan–Nanga Jemah, Kecamatan Boyan Tanjung, Kabupaten Kapuas Hulu, kini memprihatinkan. Infrastruktur vital yang menjadi penghubung Desa Sriwangi dan Desa Nanga Jemah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah dan terancam roboh.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Jembatan ini diketahui merupakan satu-satunya akses yang mempercepat perjalanan masyarakat menuju pusat pemerintahan Kecamatan Boyan Tanjung. Kerusakan yang terjadi tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko keselamatan bagi para pengguna jalan.

Mus, salah seorang warga Desa Nanga Jemah, mengungkapkan bahwa kondisi jembatan kayu di Desa Nanga Sangan tersebut sudah lama rusak, namun hingga kini belum mendapatkan penanganan serius dari pemerintah daerah.

“Jembatan ini sangat penting untuk masyarakat, terutama anak-anak sekolah. Kami berharap pemerintah daerah Kabupaten Kapuas Hulu segera bertindak sebelum jembatan ini ambruk atau menelan korban,” ujarnya saat diwawancarai redaksi media Cybertv.id, Minggu (12/04/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan Arun, pengguna jalan yang kerap melintasi jembatan tersebut. Ia menilai kondisi jembatan saat ini sudah tidak layak digunakan dan sangat membahayakan.

“Jembatan ini sudah jauh dari kata layak pakai. Kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Harapan kami, pemerintah segera melakukan perbaikan atau membangun jembatan yang lebih aman,” ungkapnya.

Warga berharap pemerintah daerah tidak menunda penanganan terhadap infrastruktur tersebut, mengingat pentingnya akses jembatan bagi aktivitas sehari-hari masyarakat, termasuk sektor pendidikan dan perekonomian.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana perbaikan jembatan kayu tersebut. Masyarakat pun berharap adanya solusi konkret dan segera sebelum kondisi semakin memburuk.

Timred