Kalbarpost.co.id- Kediri – Seorang balita berinisial NIZ, (4), ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah di lingkungan RT 03 RW 06, Bahubendo, Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, pada Rabu (15/4/2026) sore. Kematian korban menyisakan tanda tanya besar bagi warga setempat setelah ditemukan sejumlah luka memar di tubuhnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Baharudin Yusuf selaku Ketua RW setempat, mengungkapkan kejadian pertama kali diketahui warga sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, keluarga memanggil tetangga untuk menyaksikan kondisi korban yang sudah tidak bernyawa.

“Saya dipanggil warga sekitar pukul 17.45 WIB. Saat itu korban sudah dinyatakan meninggal. Namun, warga melihat ada kejanggalan, seperti memar di bawah mata dan bagian tubuh lainnya,” ujarnya kepada media, Kamis (16/4/2026).

Lebih lanjut ia menjelaskan, di dalam rumah tersebut, korban diketahui tinggal bersama neneknya serta dua saudara perempuannya. Sementara sang ibu, yang diketahui bernama Bu Hariyani, tidak berada di lokasi saat kejadian dan disebut tengah berada di luar rumah.

Warga yang curiga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Ketua RW dan diteruskan ke pihak berwenang. Kemudian Bhabinkamtibmas bersama aparat kepolisian langsung datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi.

“Setelah diperiksa, ditemukan beberapa luka memar cukup serius, termasuk di bagian bawah mata dan tubuh. Namun penyebab pasti kematian masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian,” tambahnya.

Lebih lanjut, warga juga mengaku sebelumnya pernah melihat adanya dugaan kekerasan terhadap anak-anak di rumah tersebut. Bahkan, kasus itu sempat dilaporkan ke pihak kelurahan dan instansi terkait.

“Sudah pernah ada laporan sebelumnya, karena anak-anak sering terlihat memar. Tapi saat itu tidak ada saksi yang berani memberikan keterangan,” ungkapnya.

Diketahui, ibu korban baru sekitar satu tahun kembali ke Kediri setelah merantau dari Sumatera dengan membawa tiga anaknya. Namun hingga kini, identitas lengkap anak-anak tersebut, termasuk dokumen administrasi seperti akta kelahiran, belum tercatat secara resmi.

Kondisi tersebut turut menyulitkan proses administrasi, termasuk pengurusan surat kematian korban.
Saat ini, jenazah korban telah dimakamkan di pemakaman umum setempat selitar pukul 11.30 WIB. Sebelumnya jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini ditangani pihak kepolisian guna mengungkap penyebab pasti kematian.

Warga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus ini, terutama jika ditemukan unsur kekerasan terhadap anak.

“Kami berharap ini bisa diungkap sampai jelas. Kalau memang ada kekerasan, harus diproses sesuai hukum,” tutup Baharudin Yusuf.

Sementara itu, Lurah Ngronggo, Achmad Koharudin, membenarkan adanya peristiwa tersebut saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

“Benar, saat ini penanganan kasus sudah diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib,” ujarnya singkat.
(Djoko)