Kalbarpost.co.id.- Sekadau – Praktik tambang emas ilegal (PETI) di Kabupaten Sekadau makin mengkhawatirkan. Investigasi eksklusif media ini mengungkap keberadaan pengepul emas besar berinisial Aji, yang diduga kuat mengendalikan aliran emas hasil PETI dari balik layar—tanpa toko, tanpa papan nama, dan nyaris tanpa jejak.
Nama Aji mencuat dari keterangan para pekerja tambang di Kecamatan Nanga Mahap. Mereka menyebut hampir 80% emas hasil tambang disetor melalui kaki tangan bernama Asang. “Kami jual ke mereka. Di sini, semua emas diambil kaki-kaki Asang. Di atasnya, ada Aji di Sekadau. Tapi kami cuma tahu nama, belum pernah ketemu,” ujar seorang penambang yang menolak disebutkan identitasnya.
Yang mencengangkan, penambang itu mengklaim aktivitas ilegal mereka sudah “diamankan” melalui koordinasi dengan Polsek, Polres hingga Polda. “Bos kami kuat. Semua sudah dikoordinasikan,” tambahnya.
Awak media mencoba mengonfirmasi hal ini kepada Kasat Reskrim Polres Sekadau, IPTU Kuswiyanto, pada 26 Maret 2025. Namun, tidak ada tanggapan.
Tak lama berselang, pada 28 Maret 2025, seorang pria bernama Nanang yang mengaku utusan Aji, menghubungi media dan mengajak bertemu. Dalam pertemuan, ia terang-terangan menawarkan uang pelicin.
“Kami biasa urus media. Bang Anton juga kami kasih 300, 300 buat uang minyak,” ujarnya, berharap berita ini tidak dipublikasikan.
Media ini menegaskan tidak pernah meminta apapun, dan belum pernah menghubungi kaki tangan Aji—hanya Kasat Reskrim yang sebelumnya dikonfirmasi. Fakta bahwa utusan Aji langsung mendatangi awak media memperkuat dugaan adanya kebocoran informasi dari dalam institusi.
Tak berhenti di situ, pada 30 Maret 2025, rekan media ini menerima pesan bahwa Sentong, rekan Asang dalam jaringan Aji, juga ingin bertemu. Nanang dalam pesan WhatsApp-nya mengakui, “Kalau langsung ke Sentong atau Asang lebih baik, mereka yang bisa ambil keputusan.”
Upaya membungkam media dan dugaan koordinasi oknum aparat dengan pengepul emas ilegal ini adalah bentuk pembangkangan terhadap hukum dan pengkhianatan terhadap rakyat.
Kami minta: Kapolri turun tangan. Bersihkan Sekadau. Usut tuntas mafia emas dan siapa yang membekingi.




