Sanggau – Kalbarpost.co.id , Dugaan praktik industri ilegal kembali mencuat di Kabupaten Sanggau. Sebuah pabrik mini pengolahan kelapa sawit di Desa Bagan Asam, Dusun Modang, dilaporkan beroperasi tanpa izin resmi. Investigasi tim cybertv.id menemukan bahwa pabrik yang dikelola oleh KUD Berkat Cahaya Modang ini tidak memiliki izin operasional serta tidak memenuhi syarat AMDAL, UKL, dan UPL. Aroma limbah yang menyengat dari fasilitas tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa pengelolaan lingkungan tidak dilakukan secara standar.
Dampak Lingkungan: Ancaman Serius bagi Ekosistem
Pabrik dengan kapasitas produksi 2 ton per jam ini berpotensi mencemari tanah dan sumber air akibat pembuangan limbah CPO yang tidak terkontrol. Ketidakhadiran regulasi dan pengawasan yang ketat dapat mempercepat degradasi ekosistem lokal, menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat sekitar, serta merugikan industri kelapa sawit yang sah.
Minyak Goreng Berbahaya?
Ketua DPD Rampas Setia 08 Berdaulat, Jungkarnain Sagala, SH, memperingatkan bahwa praktik pengolahan ilegal ini berpotensi menghasilkan minyak goreng berkualitas rendah yang beredar di pasaran. Tanpa standar produksi yang jelas, produk yang dihasilkan bisa saja mengandung zat berbahaya, termasuk campuran CPO dengan bahan lain seperti Miko, yang meningkatkan kadar asam dan berisiko bagi kesehatan konsumen.
Pemerintah Diminta Bertindak Tegas
Jungkarnain menegaskan perlunya intervensi pemerintah untuk menertibkan pabrik ilegal semacam ini. Selain melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat, tindakan tegas juga diperlukan untuk menjaga kredibilitas industri minyak sawit Indonesia. Jika dibiarkan, praktik semacam ini dapat merusak kepercayaan publik dan menguntungkan pihak-pihak yang mencari keuntungan secara ilegal.
Pemerintah Kabupaten Sanggau diharapkan segera melakukan audit menyeluruh dan inspeksi ketat terhadap seluruh pabrik pengolahan kelapa sawit guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Masyarakat juga didorong untuk lebih aktif melaporkan aktivitas mencurigakan demi menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesehatan bersama.





